Gudang Makalah

Kupulan Makalah,Sekripsi,Artikel dari Semua Mata Pelajaran + Download Gratis

Tampilkan postingan dengan label Makalah Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah Lain. Tampilkan semua postingan
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS 
(PTK)
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR SISWA KELAS XC SMAN 3 DALAM
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI METODE
“CARD SORT”






DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 6
1.    .............................
2.    .............................
3.    .............................
4.    .............................
 5.    ............................. 

KATA PENGANTAR 
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya asaya dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya tanpa halangan suatu apapun.
Saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu tersusunnya laporan ini.
Laporan yang saya susun ini masih banyak kekuranngan dan hal-hal yang perlu disempurnakan, oleh sebab itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi sempurnanya laporan ini.

Daftar Isi
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang       
B.    Identifikasi Masalah   
C.    Pembatasan dan Rumusan Masalah   
D.    Tujuan Penelitian   
E.    Manfaat Hasil Penelitian       

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A.    Kajian Teori       
a.    Penelitian Tindakan Kelas (PTK)       
b.    Model Pembelajaran “Card Sort”       
c.    Bahasa Arab       

BAB III HASIL PENELITIAN
A.    Gambaran Setting Penelitian   
B.    Proses Analisa Data   
C.    Pembahasan dan Pengambilan Kesimpulan   

BAB IV PENUTUP
A.    Saran   
B.    Kesimpulan   

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya sekolah adalah wahana proses belajar mengajar yang paling pokok, dan juga sebagai proses tingkah laku ditimbulkannya melalui latihan atau pengalaman. Dalam proses belajar ini seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan alat inderanya. Karena itu pentingnya pendidikan, maka bagian terbesar upaya riset dan eksperimen serta pendidikan diarahkan pada tercapainya pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai proses perubahan.
Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan pada anak didik, ini berarti tujuan belajar siswa itu hanya sekedar ingin mendapatkan pengetahuan sebagai konsekuensi pengertian semacam ini dapat membuat suatu kecenderungan nak menjadi pasif karena hanya menerima informasi atau pengetahuan yang diberikan oleh gurunya. Jadi gurulah yang memegang kunci dalam proses belajar mengajar di kelas.
Alam kegiatan belajar mengajar apabila ada seseorang siswa, misalnya tidak berbuat sesuatu yang seharusnya dikerjakan maka perlu diselidiki sebab-sebabnya. Sebab-sebabnya itu biasanya bermacam-macam, mungkin ia tidak senang sakit, lapar ada problem pribadi dan lain-lain. Hal ini berarti pada diri anak tidak terjadi perubahan energi, tidak terangsang afeksinya untuk melakukan sesuatu, karena tidak memiliki tujuan atau kebutuhan belajar.
Keadaan semacam ini perlu dilakukan daya upaya yang dapat menemukan sebab musababnya, kemudian mendorong siswa itu mau melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan yakni belajar. 
Peran guru menjadi kunci keberhasilan dalam misi pendidikan dan pembelajaran di sekolah selain bertanggung jawab untuk mengatur, mengarahkan dan menciptakan suasana kondusif yang mendorong siswa untuk melaksanakan kegiatan di kelas.
Banyak metode mengajar yang dapat ditetapkan dalam proses KBM salah satunya di antaranya adalah dengan metode C & C(Cerita dan Ceramah. Dengan metode Card sort diharapkan anak dapat menggali dan menemukan inti-inti materi melalui potongan kertas sehingga anak merasa senang dan materi yang dipelajari melekat dalam benaknya.
Oleh sebab itu penerapan metode C & C (Cerita dan Ceramah) diharapkan mampu mengatasi keterbatasan waktu tersebut. Guru tidak lagi harus secara monoton menjelaskan materi pelajaran kepada siswa.
Diambil dari uraian di atas bisa ditarik judul yaitu :
"UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR SISWA KELAS XC SMAN 3 PONOROGO DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI METODE “CARD SORT”.

B.     Identifikasi Masalah
Pembelajaran ceramah untuk mata pelajaran Bahasa Arab tentu tidak relevan dan akan menimbulkan verbalisme bagi pemahaman anak, padahal masih banyak guru yang menyukainya. Maka beralasan metode ini lebih mudah dilaksanakan.
Untuk mengatasi kebiasaan guru mengajar dengan pendekatan  ceramah tersebut, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan sarana termudah untuk meneliti, menyempurnakan, meningkatkan dan mengevaluasi pengelolaan pembelajaran.
Model pembelajaran Card Sort dimaksudkan menjadikan kebiasaan guru yang bersifat otoriter menjadi fasilitator, mengubah kegiatan pembelajaran ego – involvement, menjadi Task involvement, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif  serta dapat 1. Membangkitkan minat siswa untuk belajar menemukan sendiri, 2. Bekerja sama dan mengkomunikasikan hasil belajarnya, 3. Siswa semakin aktif serta kooperatif.
Wujud atau aplikasi model pembelajaran Card Sort mata Pelajaran Bahasa Arab adalah dengan menggunakan potongan-potongan kertas sebagai media pembelajaran Bahasa Arab.
C.    Pembatasan dan Rumusan Masalah
Masalah dalam PTK ini adalah kesulitan siswa dalam memahami mufrodat.
Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1.    Apakah pembelajaran dengan model card sort dapat meningkatkan kemampuan belajar Bahasa Arab ?
2.    Bagaimanakah aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan model Card Sort ?
3.    Sejauh manakah ketrampilan kooperatif siswa dapat dimunculkan dalam pembelajaran model “Card Sort”?
D.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan belajar siswa mata pelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan model pembelajaran “Card Sort”.
F.    Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi pengelolaan pembelajran khususnya bagi guru yang mengajar bahasa Arab, yaitu sebagai berikut :
1.    Memiliki gambaran tentang pembelajaran bahasa Arab yang efektif
2.    Dapat mengidentifikasikan permasalahan yang timbul di kelas, sekaligus mencari solusi pemecahannya
3.    Dipergunakan untuk menyusun program peningkatan efektivitas pembelajaran Bahasa Arab pada tahap berikutnya
Manfaat bagi siswa adalah sebagai landasan bagi siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.    Kajian Teori
a.    Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya tempat ia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktis pembelajaran
Tujuan PTK adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas praktek pembelajaran secara kesinambungan, sehingga meningkatkan mutu hasil instruksional, mengembangkan ketrampilan guru, meningkatkan relevansi, meningkatkan efisiensi pengelolaan instruksional serta menumbuhkan budaya meneliti pada komunitas guru.
PTK digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis meliputi aspek perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang merupakan langkah berurutan dalam satu siklus atau daur yang berhubungan dengan siklus berikutnya.
PTK digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis meliputi aspek perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang merupakan langkah berurutan dalam satu siklus atau daur yang berhubungan dengan siklus berikutnya:
•      Karakteristik PTK adalah
-      Didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam instruksional
-      Adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya
-      Peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi
-     Bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek instruksional
-      Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus
-      Pihak yang melakukan tindakan adalah guru sendiri
•      Jenis-Jenis PTK adalah
a.    PTK Diagnostik
b.    PTK Partisipan
c.    PTK Empiris
d.   PTK Eksperimental
•      Model-Model PTK
Sebenarnya ada beberapa model yang dapat diterapkan dalam PTK di antaranya :
-      Model Kurt Lewin
-      Model Kemmis dan Mc. Toggart
-      Model John elliot
-      Model Dave Ebbutt
Tetapi yang paling terkenal dan biasa digunakan adalah model kemmis dan Mc Toggart.
Adapun modelnya ada 4 :
1.    Tahap 1     :  Menyusun rancangan tindakan
2.    Tahap 2        :  Pelaksanaan tindakan
3.    Tahap 3        :  Pengamatan
4.    Tahap 4        :  Refleksi 
•      Sasaran / objek PTK adalah :
a.    Unsur Siswa
b.    Unsur Guru
c.    Unsur Materi Pelajaran
d.   Unsur Peralatan / sarana pendidikan
e.    Unsur hasil pembelajaran
f.    Unsur lingkungan
g.    Unsur Pengelolaan [5]
b.   Model Pembelajaran “Card Sort”
Strategi ini merupakan kegiatan kolaborasi yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik klasifikasi, fakta tentang objek atau mereview informasi. Gerakan fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu mendinamisir kelas yang jenuh atau bosan.
Langkah-langkah :
1.    Setiap siswa dibagi potongan kertas yang berisi informasi atau contoh yang tercakup dalam satu atau lebih kategori
2.    Minta siswa untuk bergerak dan berkeliling di dalam kelas untuk menemukan kartu dengan kategori yang sama
3.     Siswa dengan kategori yang sama diminta mempresentasikan kategori masing-masing di depan kelas
4.    Seiring dengan presentasi dari tiap-tip kategori tersebut, berikan point-point penting terkait dengan materi. [6]
c.    Bahasa Arab
Bahasa Arab adalah merupakan salah satu bahasa mayor di dunia yang dituturkan orang lebih dari 200.000.0000 umat manusia (Ghazzawi, 1992). Bahasa ini digunakan secara resmi oleh kurang lebih 20 negara. Dan karena ia merupakan bahasa kitab suci dan tuntunan agama Islam sedunia, maka tentu saja ia merupakan bahasa yang paling besar signifikasinya bagi ratusan juta muslim sedunia baik yang berkebangsaan Arab maupun bukan. [7]
•      Kedudukan Bahasa Arab
1.    Bahasa Arab merupakan bahasa Al Qur’an
2.    Bahasa Arab merupakan bahasa dalam sholat
3.    Bahasa Arab merupakan bahasa Al Hadits
4.    Bahasa Arab dunia Arab yang strategis
5.    Banyaknya jumlah penutur Bahasa Arab
•      Karakteristik Bahasa Arab
1.    Berdasarkan aspek sosiologi tiap-tiap bahasa mempunyai beberapa ragam bahasa
2.    Berdasarkan aspek geografis tiap-tiap bahasa mempunyai dialek yang berbeda-beda
3.    Setiap bahasa mempunyai peringkat-peringkat
4.    Ekspansi bahasa bisa melalui kedua lisan dan bisa juga melalui media tulisan
5.    Dalam mengucapkan bahasa, setiap individu akan berbeda antara seseorang dengan lainnya
6.    Bahasa itu mempunyai beberapa tingkatan dalam pembentukannya.

BAB III
HASIL PENELITIAN
A.    Gambaran Setting Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini mengambil setting di SMA Negeri 3 Ponorogo yang bertempat di Jalan Yos Sudarso 03/01 Paju Ponorogo.
Dan kelas yang diteliti yaitu kelas XC dengan jumlah siswa 41 siswa. Dan di dalamnya terdapat 42 kursi untuk siswa, 1 meja dan kursi untuk guru, 2 papan tulis, 1 gambar burung garuda, Gambar Presiden dan wakil Presiden, 1 jadwal piket sehari-hari, 1 tata tertib kelas, 3 gambar pahlawan, 1 kata mutiara, 1 jam dinding.
B.    Proses Analisa Data
Proses analisa data sebagai hasil penelitian meliputi peningkatan aktivitas dan permunculan ketrampilan kooperatif siswa, serta hasil prestasi belajarnya dalam memahami materi Bahasa Arab disajikan dalam 2 siklus :
1.    Siklus I
Dalam proses pembelajaran siklus pertama pengenalan materi dilakukan dengan diskusi kelas yang materinya dari buku paket. Hasilnya :
Siswa aktif         ;  ada 20 siswa
Siswa kooperatif    :  ada 4 siswa
Siswa pasif        :  Ada 10 siswa
Siswa tidak masuk    :  ada 7 siswa
Interprestasi :
Pengenalan materi perlu diperjelas lagi karena awal belum dikuasai, akibatnya proses pembelajaran belum maksimal
2.    Siklus II
Dalam proses pembelajaran siklus kedua pengenalan materi dilakukan dengan pemberian potongan kertas yang berisi tentang potongan kertas yang berisi tentang materi setiap siswa mencari pasangannya masing-masing.
Hasilnya :
Siswa aktif         ;  ada 25 siswa
Siswa kooperatif    :  ada 7 siswa
Siswa pasif        :  Ada 5 siswa
Siswa tidak masuk    :  ada 4 siswa
Intreprestasi         :
Pada siklus kedua hasil pembelajaran sudah memenuhi harapan, yakni adanya peningkatan aktivitas hasil belajar siswa.
C.    Pembahasan dan Pengambilan Kesimpulan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami materi dengan menggunakan model pembelajaran Card Sort adalah memuaskan, Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan, baik aktivitas, kerja sama, maupun prestasi siswa.
-      Aktivitas siswa pada siklus pertama mencapai 30 %
-      Aktivitas siswa pada siklus kedua mencapai 70  %
-      Hasil prestasi belajar pada siklus pertama mencapai 50 %
-      Hasil prestasi belajar pada siklus kedua mencapai 90 % 
Salah satu hasil observasi selain 3 hal di atas menjadi sasaran tindakan penelitian adalah dengan berkembangnya pemahaman materi sejalan dengan berkembangnya aktivitas dan ketrampilan siswa

BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat ditarik dari PTK ini adalah sebagai berikut :
1.    Aktivitas siswa untuk mengkonstruksikan pengetahuan mereka sendiri cenderung meningkat (mengerjakan soal pertanyaan, berdiskusi, dan merespon pertanyaan)
2.    Ketrampilan kooperatif siswa selama proses pembelajaran dengan model Card sort dapat muncul dan sebagian menunjukkan peningkatan
3.    Prestasi belajar Bahasa Arab pada materi pelajaran mengalami peningkatan yang signifikan setelah dilaksanakan pembelajaran dengan model Card Sort dengan media potongan kertas

B.    Saran
Dari kesimpulan di atas dapat disarankan hal-hal sebagai berikut :
Pembelajaran bahasa arab yang selama ini hanya menggunakan cara-cara konvensional sudah waktunya diganti dengan teknik pembelajaran yang inovatif seperti model pembelajaran Card Sort
Dengan melihat hasil pembelajaran model card sort ini, tentunya bisa dikembangkan dengan pendekatan model atau variasi (inovasi) pembelajaran lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

A.M. Sadiman, 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Bandung. Raja Grafindo Persada
Efendi Fuad Ahmad, 2004. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Malang. Misykat
Sugiyono, 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung Alfabeta
Widianingrum Retno. 2005. Statistik Pendidikan. STAIN Ponorogo
Aqib Zainal. 2001. Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya. Yiama Widya
Zaini Hisyam, dkk. 1996. Strategi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi. CTSD
Arsyad Azhar, 2003. Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya. Yogyakarta. Pustaka Pelajar
Al Khuliy Ali Muhammad. 2003. Model Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung PSIBA UPI.

Silahkan DOWNLOAD Filenya KLIK DISINI
AKTIVITAS PROTOPLASM

AKTIVITAS PROTOPLASM

TOPIK PRAKTIKUM

AKTIVITAS PROTOPLASMA

  1. TUJUAN
  • Melihat fenomena siklosis pada protoplasma.
  • Membuktikan proses difusi baik in-vitro maupun in-vivo.
  • Membuktikan peristiwa osmosis baik in-vitro maupun in-vivo.
  • Melihat peristiwa plasmolisis/krenasi dan hemolisis.
  1. KOMPETENSI
  • Dapat menjelaskan manfaat siklosis dalam distribusi internal.
  • Dapat menjelaskan akibat osmosis pada sel organisme dan jaringan tumbuhan.
  • Dapat menjelaskan manfaat peristiwa difusi dalam proses kehidupan.
  • Dapat menjelaskan akibat plasmolisis/krenasi dan hemolisis pada sel organisme dan jaringan tumbuhan.


 

  1. DASAR TEORI

    Protoplasma merupakan isi sel hidup, yang dapat dibedakan atas:

    1. Sitoplasma, yaitu cairan yang terdapat di luar nukleus, dan
    2. Nukleoplasma, yaitu cairan yang terdapat di dalam nukleus.

      Protoplasma dapat menunjukkan sifat kimia dan fisik. Sifat kimia protoplasma adalah menekankan pada kandungan yang tersusun atas:

    3. Bahan organik, seperti karbohidrat, lemak, protein dan asam nukleat.
    4. Bahan anorganik, seperti air dan mineral.

      Sifat fisik protoplasma adalah menekankan pada sistem yang didasarkan pada ukuran partikel, dibedakan atas:

    5. Larutan, yang molekul-molekulnya berukuran < 0,001 µ,
    6. Koloid, yang molekul-molekulnya berukuran 0,001 - 0,1 µ dan
    7. Suspensi yang partikel-partikelnya berukuran > 0,1 µ.

      Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sifat fisik protoplasma adalah suhu, gaya, tekanan air, dan muatan listrik.

    Menurut Max Schultze (1825 -1874), protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan, sehingga sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup.Fenomena-fenomena fisik yang terdapat dalam protoplasma antara lain adalah:

    1. Siklosis, yaitu gerak melingkar sitoplasma mengelilingi vakuola sel.
    2. Difusi, yaitu gerak berpindah molekul-molekul solut dari larutan konsentrasi tinggi ke larutan berkonsentrasi rendah tanpa atau melalui membran permeabel.
    3. Osmosis, yaitu gerak berpindah molekul-molekul solven dari larutan konsentrasi rendah ke berkonsentrasi tinggi melalui membran semipermeabel.
    4. Gerak Brown, yaitu gerak berpindah molekul-molekull atau partikel-partikel zig-zag yang disebabkan oleh energi kinetik dari molekul-molekul atau partikel-partikel tersebut.
  2. BAHAN
  3.  
    1. Daun Elodea sp
    2. Kristal KMnO4
    3. Kristal garam dapur (NaCI )
    4. Air kran/ledeng
    5. Es batu
    6. Sirup merah
    7. Lembaran usus babi
      1. Karet gelang,
      2. Benang putih
      3. Umbi akar wortel
      4. Daun Rhoeo discolor
      5. Telur ayam
      6. Asam cuka
  4. ALAT

 

  1. Tabung reaksi
  2. Mikroskop binokuler
  3. Gelas obyek
  4. Gelas penutup
  5. Cawan petri,
  6. Thistle tube
  7. Standard
  8. Klem
  9. Pisau silet
  10. Pipet penetes
  11. Gelas piala
  12. Gelas Beake
  1. CARA KERJA
    1. Melihat gerak siklosis
      1. Ambilah daun Elodea sp. yang masih segar, letakkan pada gelas obyek dan lihatlah dengan mikroskop cahaya.
      2. Perhatikan arah gerak kloroplas, yang sebenarnya adalah gerak sitoplasma. Gerakan ini disebut siklosis.
      3. Gambarlah pola gerak yang anda lihat pada lembar HASIL KERJA
    2. Membuktikan proses difusi secara in-vitro dan in-vivo
      1. Difusi in-vitro
        1. Ambil 3 tabung reaksi, masing-masing isilah dengan air kira-kira separuhnya, lalu tambahkan ke dalam masing-masing tabung kristal KMnO4 sedikit saja
        2. Tabung reaksi 1 celupkan ke dalam air mendidih, tabung reaksi 2 celupkan ke dalam air es, dan tabung reaksi 3 biarkan di rak tabung dalam suhu kamar.
        3. Catatlah dengan menggunakan alat pencatat waktu ( stop watch) , waktu pencatatan dimulai saat kristal KMnO4 dimasukkan ke dalam tabung reaksi sampai larutan homogen. Bandingkan lama waktu yang diperlukan untuk mencapai keadaan homogen pada ketiga tabung percobaan.
      2. Difusi in-vivo
        1. Irislah umbi akar wortel secara melintang tipis-tipis sekitar 2 mm.
        2. Ambilah 2 cawan petri, isilah cawan I dengan air kran dan cawan II dengan larutan garam dapur (2%).
        3. Masukkan 5 irisan umbi akar wortel tersebut pada masing-masing cawan petri, tunggu beberapa menit. Rasakan masing-masing irisan wortel pada kedua cawan dengan kedua tangan anda.
        4. Bandingkanlah apa yang anda rasakan dengan irisan umbi akar wortel pada masing-masing cawan petri.
        5. Catatlah dengan menggunakan alat pencatat waktu ( stop watch) , waktu mulai perendaman sampai potongan wortel menjadi lembek atau menjadi keras.
    3. Membuktikan peristiwa osmosis in-vitro dan in-vivo
      1. Buatlah osmometer dengan cara:
        1. Isilah thistle tube dengan sirup merah. Saat pengisian, posisi thistle tube berdiri tegak dengan ujung yang lebar berada di atas, dan tutuplah lubang bagian bawah (yang kecil) dengan ujung jari telunjuk. Usahakan ruang yang lebar terpenuhi oleh sirup hingga permukaannya cembung, usahakan tidak ada gelembung udara yang masuk. Tutupkan lembaran usus babi yang sudah dibasahi pada mulut yang lebar dari thistle tube dan ikatlah dengan karet gelang.
        2. Pasanglah thistle tube pada standard dengan posisi seperti pada Gambar (di lampiran bab ini), dan tandailah tinggi sirup (awal) dengan benang bol putih. Masukkan permukaan bawahnya ke permukaan air dalam gelas beaker yang sebelumnya telah dipasang di dekat standard.
        1. Catatlah jarak kenaikan sirup setiap waktu lima menit sampai 4x 5 menit atau sampai sirup tidak naik lagi (tercapai kesetimbangan), lalu buatlah grafik yang menggambarkan hubungan interval waktu dengan kenaikan sirup dalam satuan cm. (Sementara itu anggota kelompok lain dapat melakukan langkah-langkah di atas untuk gelas beaker yang diisi dengan air es dan air panas/mendidih).
        2. Pembuktian peristiwa osmosis in-vivo prosedurnya sama dengan pembuktian peristiwa difusi in-vivo.
    4. Melihat peristiwa plasmolisis/krenasi dan hemolisis
      1. Sayatlah sel epidermis daun Rhoeo discolor yang berwarna ungu (2 sayatan tipis), lalu masingmasing sayatan letakkan pada gelas obyek yang berbeda.
      2. Setelah itu gelas obyek I ditetesi dengan air kran dan gelas obyek II ditetesi dengan larutan NaCI, lalu masing-masing ditutup dengan gelas penutup. Catatlah dengan menggunakan alat pencatat waktu (stop watch) berapa lama terjadi perubahan pada struktur selnya.
      3. Lihatlah spesimen pada kedua gelas obyek dengan mikroskop cahaya, selanjutnya gambarlah strukturnya pada Lembar HASIL KERJA.
      4. Lakukan langkah-langkah seperti di atas dengan mengganti daun Rhoeo discolor dengan darah katak atau darah manusia. Bandingkan hasilnya dengan darah katak atau darah manusia yang bermedium larutan Ringer (garam fisiologis).
        1. HASIL KERJA
          1. Gambar 1. Gerak siklosis protoplasma    

Keterangan:

  1. Waktu yang diperlukan untuk mencapai larutan KMNO4 homogen

    1). Pada medium air mendidih    : ……………… menit

    2). Pada medium air es        : ……………… menit

        3). Pada medium suhu kamar    : ……………… menit

  1. Keadaan irisan umbi akar wortel

    1). Dalam medium air        : ………………………………

    2). Dalam laritan NaCl        : ………………………………

        3). Waktu perubahan yang diperlukan dalam medium air : ………

        4) Waktu perubahan yang diperlukan dalam medium NaCl:……….

  1. Kenaikan sirup (cm) per interval waktu 5 menit pada tiga medium berbeda.

Interval waktu lima menit ke- 

Kenaikan sirup (cm) pada medium berbeda

 

Air es 

Air mendidih 

Air biasa 

1

   

2

   

3

   

4

   
  1. Grafik hubungan antara kenaikan sirup dengan interval waktu pada medium air es, air suhu normal dan air mendidih.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

  1. Gambar sel-sel representative daun Rhoeo discolor
    pada medium air dan larutan NaCI:

    1). Medium air:                    

    2). Medium NaCl:

  1. DISKUSI
    1. Sebutkan ciri-ciri khas sistem koloid ?

      ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

    2. Apa pengaruh suhu terhadap proses difusi? Mengapa demikian?

      …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

    3. Bagaimana turgor pada irisan umbi akar wortel yang direndam dalam air dan larutan NaCI ?

      …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

    4. Ke mana osmosis berlangsung pada irisan umbi akar wortel dalam medium air biasa dan larutan NaCI?

      …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

    5. Pada percobaan dengan osmometer, mengapa suatu saat sirup dalam thistle tube tidak naik lagi?

      …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

    6. Terangkan bagaimana terjadinya:

        (a). Plasmolisis dan plasmoptisis

    ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………

        (b). Krenasi dan haemolisis

    ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

    …………………………………………………………………………………

  2. KESIMPULAN

    ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Lampiran : Gambar susunan Osmometer

Keterangan:

1. Statif

2. Thistle tube

3. Air sirup

4. Usus babi

5. Gelas beaker + air

6. Benang, tanda tinggi awal sirup


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Silahkan DOWNLOAD File Wordnya KLIK
DISINI

Contoh paragraf Eksposisi

1.Contoh paragraf Eksposisi
Ejaan bahasa Indonesia denagn huruf latin sudah beberapa kali mengalami perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan bahasa dan masyarakat pemakainya. Mula-mula ejaan Van Ophuisen, yaitu ejaan resmi untuk bahasa Melayu dengan huruf latin, yang disusun oleh Prof. Ch. Van Ophuisen atas perintah Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu. Selanjutnya pada tahun 1947 berlaku ejaan baru utuk bahasa Indonesia . Ejaan itu dikenal dengan nama ejaan Suwandi karena yang menandatangani peresmian penggunaan ejaan itu seorang menteri bernama Mr. Suwandi. Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sekarang adalah Ejaan yang Disempurnakan (EYD) yang berlaku sejak tahun 1972
2.Contoh paragraf Argumentasi:
Pendidikan gratis hanya janji yang bergema luas saat kampanye dan pemilihan pimpinan daerah maupun pusat. Saat pemilihan usai akan lain ceritanya. Anak-anak miskin di kota, desa, dan pedalaman tetap mengalami kesulitan untuk mengakses pendidikan yang layak. Di perkotaan sekolah berlomba-lomba meningkatkan sarana dan prasaran dengan jalan menaikkan pungutan dengan dalil sumbangan pendidikan, uang gedung, dan lain-lain karena biasanya masyarakat perkotaan lebih memilih sekolah yang mempunyai sarana pendidikan yang baik sehingga mereka tidak akan segan untuk membayar mahal demi memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Sebaliknya di pinggiran kota, pedesaan, dan pedalaman, sekolah tidak bisa mengenakan pungutan kepada orang tua siswa karena tidak ada lagi yang bisa dipungut dari masyarakat. Para siswa harus puas dengan kondisi fasilitas pendidikan yang jauh dari kata layak.
3.Contoh paragraf Deskripsi
"Pemandangan Pantai Parangtritis - Yogya sangat mempesona. di sebelah kiri terlihat tebing yang sangat tinggi dan di sebelah kanan kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Banyaknya wisatawan yang selalu mengunjungi Pantai Parangtritis ini membuat pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Di pantai Parangtritis ini kita bisa bermain pasir dan merasakan hembusan segar angin laut. Kita juga bisa naik kuda ataupun angkutan sejenis andong yang bisa membawa kita ke area karang laut yang sungguh sangat indah. Disore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan momen sangat istimewa melihat matahari yang seolah-olah amsuk ke dalam hamparan air laut"
4.Contoh paragraf Narasi 
Liburan sekolah beberapa tahun yang lalu, saya dan ibu pergi ke Pontianak. Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Di Pontianak, banyak sekali keunikan dan tempat menarik yang merupakan ciri khas KOta Pontianak. Perjalanan kurang lebih 2 jam dengan menggunakan pesawat. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Sintawang. Waktu tempuh menuju Sintawang kurang lebih sembilan jam dari Pontianak jika menggunakan mobil. daerah ini terkenal sebagai penghasil tenun ikat. Motif tenun ikatnya sangat unik dan coraknya sangat khas Kalimantan Barat. Harga tenun ikat ini tergolong mahal, tergantung motif dan bahannya. Harganya bisa mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan Rupiah
5.Contoh paragraf Persuasi
Tidak dapat disangkal bahwa praktik berpidato menjadi semakin "obat kuat" untuk membangun rasa percaya diri. Jika rasa percaya diri itu sudah besar, kita dapat tampil tenang tanpa digoda rasa malu, takut, dan grogi. Ketenangan inilah yang menjadi modal utama untuk meraih keberhasilan pidato. Oleh karena itu, marilah kita melaksanakan praktik berpidato agar kita segera memperoleh ketrampilan atau bahkan kemahiran berpidato

Download Filenya

Kewirausahaan

Kewirausahaan

Kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai sesuatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and different) yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, proses dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi risiko.
Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam berusaha dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi dalam suatu perusahaan.
Istilah ekuitas berasal dari kata equity atau equity of ownership yang berarti kekayaan bersih perusahaan. Secara sederhana, ia diformulasikan sebagai total aktiva dikurangi total pasiva.
Dalam sebuah perusahaan komponen ekuitas terdiri dari saham, laba ditahan dan agio saham yang semuanya merupakan milik perusahaan itu sendiri.
Dalam beberapa hal atau dalam kaitannya dengan kebutuhan modal untuk ekspansi, ekuitas sering juga diartikan sebagai modal kepemilikan (equity of capital).
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.
Definisi 'restrukturisasi' penataan kembali (supaya struktur atau tatanannya baik)